Pengembangan Potensi Diri
Nah sahabat, dari judul di atas sudah tergambar
belom di pikiran kalian? Yap, pasti tentang bakat, kemampuan, atau semacamnya.
Dan dari itu semua pasti akan terhubung dengan yang nama nya cita-cita. Yah,
sejak kita masih kecil pun kita udah kenal dengan cita-cita. Misalnya, waktu
kita masih bersekolah di TK (taman kanak-kanak) atau pun di SD (sekolah). Waktu
itu pasti ada guru kalian yang bertanya “Cita-cita kamu mau jadi apa?” dan
dengan spontan kalian menjawab “Saya mau jadi polisi buk!” atau “Saya mau jadi
pilot buk!”. Hehehe... lucu jika mengingat hal itu. Cukup, gue disini nggak
bercerita tentang masa kecil gue atau pun semacamnya, tapi gue di sini akan
memaparkan beberapa pertanyaan yang mungkin pernah ada di benak kalian.
1. Seberapa penting sih
cita-cita itu?
Manusia hidup karena tujuan yang
jelas. Untuk itu, setiap orang harus menetapkan tujuan hidup secara pasti.
Salah satu yang pasti bagi remaja ialah CITA-CITA. Terutama mengenai cita-cita
tentang pekerjaan di masa depan seiring tibanya tahap dewasa dalam kehidupan
seseorang. Cita-cita bisa apa saja. Bisa berubah, bisa berganti. Semakin
terperinci cita-cita seseorang, makin jelas dan mudah untuk mewujudkannya.
Semakin matang usia seseorang, makin mendekati kedewasaan, hendaknya cita-cita
yang ingin di gapai semakin mantap.
2. Seberapa besar sih hak
dan kewajiban kita sebagai remaja dalam mencapai cita-cita?
Cita-cita bagi remaja perempuan sama penting dengan cita-cita
bagi remaja laki-laki. Di masa depan, semakin banyak profesional perempuan yang
di perlukan masyarakat.tuntutan partisipasi kaum hawa di berbagai bidang
pembangunan dewasa ini, dimana hak dan kewajiban perempuan sebagai warga negara
di sejajarkan dengan laki-laki, hendaknya memacu para remaja putri untuk
berprestasi setinggi mungkin. Asalkan masih dalam batas-batas yang wajar atas
kodrat dan fitrah mereka sebagai perempuan. Untuk itu, mendorong remaja
perempuan memiliki cita-cita setinggi langit dan berusaha membantu
mewujudkannya menjadi sangat di perlukan.
4.
Bagaimana sih memahami kelemahan diri kita agar tidak menghambat pengembangan
potensi?
Di samping potensi diri, semua orang juga memiliki KELEMAHAN.
Jika di biarkan, kekurangan ini bisa mengganggu potensi diri dan tentu saja
menghalangi cita-cita. Yang harus dilakukan setiap orang adalah mengenal dengan
baik dan jujur terhadap kelemahan masing-masing untuk kemudian ditekan agar tak
muncul dan tidak mengganggu pencapaian cita-cita.
5. Bagaimana sih peran
teman sebaya dalam mengembangkan potensi diri dan membantu mencapai cita-cita?
Sahabat karib diperlukan setiap orang untuk membantu
mewujudkan cita-cita, menggali potensi diri, dan mengurangi kelemahan. Mereka
adalah teman yang bisa diajak berdiskusi, bertukar pikiran serta pendapat, dan
saling memberi nasihat. Itu semua bisa lebih mematangkan dan mendorong
mewujudkan cita-cita dan sekaligus membantu nengatasi segala hal yang
menghambatnya.